40 Persen Capaian Progres Revitalisasi SMAN 11 Kepulauan Tanimbar

oplus_0

Kecamatan kormomolin,Media Garuda Indonesia com, Kamis 27 Agustus 2026 di SMAN 11 Kepulauan Tanimbar atas pantauan di lapangan pekerjaan Rehabilitasi 7 Ruang belajar dan pembangunan 3 Gedung baru telah mencapai 40 persen pekerjaanya

Ketika Kepala SMAN 11 Kepulauan Tanimbar diminta penjelasanya , Maria S Kelijombar S.Pd menjelaskan bahwa memang benar pekerjaan Rehabilitasi tasi mau pun pembangunan 3 Gedung baru Volume pekerjaan suda sampai 40 Persen

hasil yang telah dicapai dalam 40 persen Revitalisasi tersebut meliputi, Rehab 7 Ruang belajar telah di kerjakan Penutupan Atap sengk dan pembuatan Plafon untuk 7 Ruang belajar sedangkan pembangunan 3 gedung baru sudah sampai pada pemasangan batako sampai rembalak atas

Martina S Kelijombar menegaskan,pihaknya mengawasi dengan ketat atas pekerjaan revitalisasi ini,kurang lebih satu Minggu paratukang melaksanakan pekerjaan dan telah mencapai target 40 persen sesuai rencana

semwntara Ketua panitia Petrus D Resilai, menjelaskan pihaknya tetap mengawasi semua pekerjaan dengan sungguh sungguh dan sekarang bisa mencapai progres 40 persen

Progres 40 Persen Revitalisasi SMAN 11 Kepulauan Tanimbar Kebut Rehab 7 Ruang belajar dan Pembangunan 3 gedung baru.

Kepulauan Tanimbar,Media Garuda Indonesia Timur com, Kamis 27 Agustus 2026 melakukan pemantauan terhadap pekerjaan Rehabilitasi 7 Ruang belajar dan Pembangunan 3 gedung baru sesuai hasil pengamatan dan hasil kordinasi dengan Kepala SMAN 11 Kepulauan Tanimbar, Martina S Keljombar S.Pd, sebagai Penanggung jawab Program Revitalisasi Tahun 2026 pada sekolanya, menyampaikan progres pekerjaan kini suda capai 40 Persen.

Program Revitalisasi SMAN 11 Kepulauan Tanimbar telah dicanangkan pekerjaannya di tandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Awal Bulan Agustus Tahun 2026 yang lalu.

SMAN 11 Kepulauan Tanimbar, Secara Administratif berada di bawah naungan Pemerintah Propinsi Maluku,yaitu dalam naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, sedangkan Perwakilan ditingkat Kabupaten dikordinasikan oleh Kepala Cabang Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Ketika Awak media ini, meminta keterangan dari Ketua Panitia Penyelenggara, Petrus D Resilai menegaskan bahwa, panitia dibentuk untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai target dan spesifikasi.Panitia bertugas melakukan pengawasan,kordinasi dengan Konsultan dan Kontraktor pelaksana Revitalisasi serta melaporkan progres pekerjaan kepada Kepala sekolah sebagai penanggung jawab untuk diteruskan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi.

Kepala SMAN 11 Kepulauan Tanimbar,Martina S Keljombar S.Pd menyampaikan bahwa Revitalisasi ini sangat dinantikan oleh siswa dan tenaga pendidik, dengan adanya rehab 7 ruang belajar yang kondisinya rusak berat serta pembangunan 3 gedung baru yaitu: Ruang BK,Ruang UKS, dan Ruang OSIS, diharapkan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih nyaman dan optimal.

Selanjutnya Martina S Keljombar Menegaskan bahwa 40 Persen Progres pekerjaan yang sudah diselesaikan adalah: Rehab 7 Ruang belajar progresnya sampai pada Pembongkaran atap sengk yang rusak untuk 7 ruang belajar sekaligus Pemasangan Seng baru pada 7 ruang belajar serta pemasangan Plafon baru pada 7 Ruang belajar dan pembangunan 3 gedung baru yaitu: Pembangunan gedung OSIS telah dibangun dan progresnya telah pemasangan batako sampai rembalak atas,Pembangunan Ruang BK juga dan UKS progresnya sampai pemasangan batako sudah sampai rembalak atas dan selanjutnya kedepan segera akan ditutup seng untuk atap 3 bangunan baru dimaksud.

Martina S Keljombar S.Pd Menegaskan bahwa pekerjaan terkini suda sampai progres 40 Persen hasilnya dan waktu yg digunakan kurang-lebih 1 Bulan.

Saya selaku penanggung jawab tetap akan mengawasi ketat kelanjutan pekerjaan revitalisasi ini dan akan mendorong Panitia dan para tukang untuk bekerja berdasarkan ketentuan yang berlaku demi penyelesaian pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan oleh Pemerintah pusat dan provinsi, ujar Kepala SMAN 11 Martina S Keljombar S.Pd.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari upayah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di kabupaten Kepulauan Tanimbar.Pemerintah Daerah bersama Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku berharap setelah selesai pelaksanaan Program Revitalisasi ini, SMAN 11 Kepulauan Tanimbar bisa menjadi sekolah rujukan yang mampu mencetak generasi Unggul",

Hingga saat ini, pekerjaan rehab 7 Ruang belajar dan Pembangunan 3 Gedung baru yaitu, Ruang Osis,ruang BK,dan ruang UKS masih terus dikebut oleh Panitia dan Para tukang dalam pengawasan Konsultan dan Penanggung jawab utama program Revitalisasi SMAN 11 Kepulauan Tanimbar Martina S Kelijombar S.Pd, "Tuturnya.

Harapan Kepala SMAN 11 Kepulauan Tanimbar,Semoga kelanjutan pekerjaan tersebut Kedepanya bisa berjalan lancar dan semoga melalui Kerjasama semua pihak kususnya Panitia dan Para tukang atas petunjuk Konsultan Pembangunan dan pekerjaan Revitalisasi ini dapat terselesaikan sesuai Spesifikasinya dan tepat pada tahapan dan Progres yang ditetapkan, dan pada waktunya bisa mencapai 100 persen penyelesayanya.

Jurnalis.Nik.Kaf.

Desa Alusi Batjas Semarakan HUT RI ke – 81 dengan Lomba dan Penyerahan Beasiswa untuk Siswa SD yang Berprestasi

Kormomolin, Tanimbar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tahun 2026, Pemerintah Desa Alusi Batjas, Kecamatan Kormomolin menggelar serangkaian kegiatan perlombaan dan penyerahan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga desa Alusi Batjas.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme,kreatifitas dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Alusi Batjas.

Rangkaian Kegiatan:

  1. Lomba Gerak Jalan Indah

Diikuti oleh para pelajar dari TK SD,SMP, Pemuda, dan perwakilan RT/RW Se- Desa Alusi Batjas.peserta tampil dengan barisan rapih.dan
Menampilkan yel - yel dengan semangat kemerdekaan,dan kostum bernuansa Merah putih.

  1. Lomba Tatarias/Mekap"Suami Rias Istri"
    Peserta adalah pasangan suami istri.suami bertugas merias dan memekap wajah istrinya dengan tema Kemerdekaan dan budaya lokal, lomba ini menguji kekompakan dan kreatifitas pasangan.
  2. Lomba Cipta Menu "Keluarga sehat"

Diikuti oleh suami yang istrinya sedang hamil danmemiliki anak dengan Gisi kurang dan stunting, para suami mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi dan mudah dibuat dirumah.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran Ayah dalam pemenuhan gizi keluarga dan mendukung percepatan penurunan stunting di desa.

  1. Penyerahan bantuan beasiswa untuk siswa SD Berprestasi

Dalammomentum HUT RI ke 81, Pemerintah desa juga
menyerahkan bantuan beasiswa kepada Siswa SD yang berprestasi Tahun Ajaran 2024,2025,dan 2026,Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi dan motifasi agar anak - anak terus semangat belajar,
berprestasi, dan agar
menjadi generasi penerus yang membanggakan Desa
Alusi Batjas.

Sambutan

Kepala Desa Alusi Batjas,Markus Simon Lalamafu,SE.NLP. menyampaikan:
" Hari kemerdekaan kita isi dengan kegiatan yang membangun.ada lomba untuk kekompakan keluarga
ada lomba untuk kesehatan, dan ada beasiswa untuk anak-anak SD berprestasi. Kami berharap generasi Alusi Batjas tumbuh sehat,
cerdas,dan cinta tanah
air."

Acara ditutup dengan
Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, penyerahan beasiswa,dan
doa bersama untuk bangsa Indonesi.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun 2026

Bersatu Berdaulat,
Rakyat Sejatra,
Indonesia Maju.

Jurnalis, Nik.Kaf.

Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan 2026 Resmi Dibuka di Desa Alusi Krawain, Lestarikan Budaya, Perkuat Identitas, Raih Prestasi

KORMOMOLIN, TANIMBAR — Festival Sanggar Seni Budaya Lorfan Desa Alusi Krawain Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Alusi Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Festival yang berlangsung selama empat hari, 11–14 Agustus 2026, tersebut merupakan kolaborasi antara Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku, Sanggar Lorfan Desa Alusi Krawain, dan Pemerintah Desa Alusi Krawain.

Mengusung semangat “Lestarikan Budaya, Perkuat Identitas, Raih Prestasi”, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus melestarikan seni dan tradisi Tanimbar.

Budaya sebagai “Sekolah” bagi Generasi Muda

Pembukaan festival diawali dengan laporan Ketua Panitia Penyelenggara, Bernadeta Batlyel. Dalam sambutannya, ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai pertunjukan seni semata, tetapi mampu menjadi ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda.

“Festival budaya ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sekolah budaya bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Alusi Krawain, Norbertus Suarlembit, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Festival Sanggar Lorfan sebagai agenda tahunan desa.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting untuk menjaga warisan budaya Tanimbar agar tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dorong Kebangkitan Jati Diri Orang Tanimbar

Camat Kormomolin, Jon Angwarmase, S.H., dalam sambutannya menilai festival tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali jati diri masyarakat Tanimbar.

“Saya mengapresiasi Sanggar Lorfan dan Pemerintah Desa yang sudah berinisiatif. Mari kita jaga dan wariskan budaya ini kepada anak cucu kita,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang diwakili Mezak Wakim.

Ia menegaskan bahwa pemerintah mendukung kegiatan pelestarian budaya seperti Festival Sanggar Lorfan.

“Budaya adalah identitas kita. Melalui Sanggar Lorfan Desa Alusi Krawain, saya berharap tarian-tarian Tanimbar yang hampir punah dapat kembali hidup dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kepulauan Tanimbar,” tuturnya.

Libatkan Sanggar dan Generasi Muda

Festival tersebut menghadirkan Sanggar Induk Lorfan bersama sejumlah sanggar binaan yang turut menampilkan kreativitas seni tradisional dan pertunjukan budaya.

Di antaranya Sanggar Lorfan Cilik, Sanggar Antonis Cilik 1 dan 2, Sanggar Corunum SMP, Sanggar Nurbulin, Sanggar Telyawar Badendang Pantun, Sanggar Kokunler Angkosi, serta Sanggar Tari Nbuki.

Selain pertunjukan sanggar, kegiatan juga dirangkaikan dengan Musyawarah Adat Timlornar di pusat kampung.

Beragam tarian tradisional turut ditampilkan, antara lain Tari Tnabar Ilaa, Tari Dobdobol, Tari Angkosi, Tari Tnabar Fanewa, Tari Lorfan Cilik, Tari Nbuki, Tari Badendang, serta Tari Syoru-Syoru Perahu Belang.

Pentas seni tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisional Tanimbar kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Berharap Menjadi Ikon Wisata Budaya Tanimbar

Ketua Panitia Bernadeta Batlyel juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan pelestarian budaya.

“Kami berharap kegiatan festival ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mari bersama-sama kita tingkatkan adat dan budaya di Tanimbar agar dapat dilestarikan dan dijadikan sebagai ikon wisata unggulan di Tanimbar,” katanya.

Adapun pembiayaan festival bersumber dari DPA Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku.

Sejumlah unsur turut hadir dalam pembukaan kegiatan, di antaranya perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku, Camat Kormomolin Jon Angwarmase, Kepala Desa Alusi Krawain Norbertus Suarlembit beserta staf, Ketua BPD Ulis Rurum, Pastor Paroki St. Yosep Lorwembun RD Feri Jamlean Pr, para guru, tokoh adat, kelembagaan desa, WKRI, pemuda, serta masyarakat.

Festival kemudian ditutup dengan doa syukur bersama yang dipimpin RD Feri Jamlean Pr.

Melalui festival tersebut, masyarakat Desa Alusi Krawain menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan juga membangun identitas dan membuka peluang bagi seni tradisional Tanimbar untuk berkembang sebagai kekuatan budaya dan pariwisata daerah.

Jurnalis: Nik Kaf

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.